Bambang Harimanto

Beranda » Artikel » Komputer » Hardware

Hardware

KOMPUTER
1. Sejarah Komputer
Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang disebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator). Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan. Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646 – 1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan.
Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, dan dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Pada tahun 1822 Babbage, menemukan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Babbage terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine.
Alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut. Pada 1889, Herman Hollerith (1860 – 1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan.
Berdasarkan generasinya, komputer dapat dibagi menjadi:
a. Generasi zeroth (1834 – 1943), yaitu generasi dimana komputer bekerja dengan cara mekanis, tidak menggunakan energi listrik. Sumber energi bisa dari manual atau manusia, maupun dari mesin uap. Contoh komputer generasi ini adalah mesin analitis buatan Charles Babbage dan mesin tabulasi untuk perhitungan sensus buatan Hollerith.
b. Generasi pertama (1943 – 1955), yaitu generasi komputer elektronik pertama. Generasi ini ditandai dengan penggunaan tabung vakum untuk pemrosesan data. Komputer pertama yang bekerja secara elektronik adalah mesin COLOSSUS buatan Inggris. Selain itu juga terdapat mesin ENIAC, EDSAC, dan UNIVAC.
EDSAC (Electonic Delay Storage Automatic Calculator) memperkenalkan penggunaanraksa (merkuri) dalam tabung untuk menyimpan data.
c. Generasi kedua (1955 – 1965), yaitu generasi komputer yang menggunakan transistor yang lebih kecil dari tabung vakum. Contoh dari komputer pada generasi kedua adalah TX-0 dari MIT, PDP-1, PDP-8, 7090, 7094, dan 1041 dari IBM.
d. Generasi ketiga (1965 – 1980), yaitu generasi komputer yang menggunakan IC (Integrated Circuit). Meskipun penggunaan IC dapat memperkecil ukuran komputer, tapi komputer pada jaman tersebut masih tergolong besar ukurannya. Contoh komputer generasi ini adalah IBM 360, PDP-11, dan 8080 dari Intel.
e. Generasi keempat (1980 – sekarang), yaitu generasi komputer yang menggunakan VLSI (Very Large Scale IC) yang dapat menampung sampai ratusan ribu transitor dan ULSI (Ultra Large Scale IC) yang dapat menampung jutaan transistor dalam satu chip. VLSI (Very Large Scale IC) diperlihatkan pada gambar 2.6.
Generasi ini merupakan awal dari munculnya komputer pribadi (Personal Computer) atau Micro Computer. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
2. Definisi Komputer
Komputer adalah hasil dari kemajuan teknologi elektronika dan informatika yang berfungsi sebagai alat bantu untuk menulis, menggambar, menyunting gambar atau foto, membuat animasi, mengoperasikan program analisis ilmiah, simulasi dan untuk kontrol peralatan.
Kata komputer berasal dari bahasa Latin yaitu computare yang artinya menghitung. Dalam bahasa Inggris disebut to compute. Secara definisi komputer diterjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling bekerja sama, dapat menerima data (input), mengolah data (proses) dan memberikan informasi (output) serta terkoordinasi dibawah kontrol program yang tersimpan di memorinya.
Berikut definisi komputer menurut beberapa ahli :
a. Hamacher, berpendapat bahwa komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
b. Blissmer, berpendapat bahwa komputer adalah suatu alat elektonik yang mampu, menerima input, memproses input tadi sesuai dengan programnya, menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan, menyediakan output dalam bentuk informasi
c. Fuori, berpendapat bahwa komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.
d. Sanders, berpendapat bahwa komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori. Dan masih banyak lagi ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang komputer. Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis.
Komputer modern merupakan sistem yang kompleks. Secara fisik, komputer tersebut terdiri dari beberapa bagian seperti prosesor, memori, disk, pencetak (printer), serta perangkat lainnya. Perangkat keras tersebut digunakan untuk menjalankan berbagai perangkat lunak aplikasi (software aplication). Sebuah sistem operasi merupakan perangkat lunak penghubung antara perangkat keras (hardware) dengan perangkat lunak aplikasi penyusunan rekord data, organisasi dan penyimpanan file, menerjemahkan bahasa-bahasa komputer ke dalam bahasa mesin, menjadwalkan pekerjaan sebuah sistem komputer.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merakit / membongkar PC
1. Pastikan perlu atau tidak membongkar PC.
2. Pastikan Anda mempunyai ruang yang memadai.
3. Sediakan tempat untuk peralatan kecil.
4. Back up Konfigurasi.
5. Cabut kabel listrik yang berhubungan dengan PC.
6. Pisahkan monitor dari casing PC, letakkan disamping casing PC.

Diagram
Pastikan Anda menyediakan kertas dan pulpen untuk mencatat perangkat yang dirakit/dibongkar. Mengapa demikian? Pada saat Anda mencabut sesuatu, mungkin saja pemasangannya kembali tidak mudah kecuali Anda memiliki diagram yang baik. Jika tidak terdapat tanda yang jelas pada kabel, Anda dapat menandainya dengan spidol (marker). Mesin pada PC bukanlah seperti buku pada perpustakaan, tidak masalah jika memberi tanda pada PC. Ingat bahwa rencana semula adalah memperbaiki PC atau biarkan seperti keadaan semula. Anda mungkin tidak dapat memperbaikinya tetapi tentunya tidak ingin keadaan lebih buruk dari semula. Yang perlu diperhatikan antara lain :

Data Kabel
Data kabel atau biasa disebut juga Ribbon Cables adalah kebel tipis yang dihubungkan dengan pin yang terdapat pada papan sirkuit (Mainboard). Untuk pemasangannya mempunyai aturan tersendiri. Pada data kabel ini terdapat strip pada salah satu sisinya (bisanya berwarna merah). Akan tetapi beberapa manufaktur menggunakan penggalan strip miring sepanjang salah satu sisi data kabel, jadi lihat baik-baik jika Anda tidak melihat strip pada data kabel tersebut.
Sementara Anda membuat diagram kabel dan peletakan kabel, jangan lupa membuat diagram kabel yang tidak terpasang. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi kesalahan pemasangan pada papan sirkuit. Karena bukan tidak mungkin pada saat Anda melihat ada pin yang tidak terpasang pada papan sirkuit, maka Anda mulai bertanya, ”Hmmm… konektor yang ini dipasang dimana ya?”.atau “Kabel apa yang dipasang disana ya?” dan Anda mulai kreatif, pasang sini atau coba pasang ditempat sana, dan biasanya menghasilkan hal yang buruk (pemasangan konektor/jumper yang salah dapat mengakibatkan terbakarnya perangkat tersebut).

Board dan Peletakan Kabel
Pada umumnya orang bertanya, “Apakah penting memilih slot yang akan digunakan pada Mainboard ?”.
Tergantung, pada umumnya pada saat Anda mencabut suatu board dari slotnya maka Anda juga harus memasukkannya pada slot yang sama. Sebenarnya, ada beberapa tipe slot yang digunakan pada motherboard.
Sebagai contoh, salah satu jenis slot pada motherboard disebut sebagai ISA slot dan lainnya disebut PCI slot yang mempunyai conector yang berbeda. Jika memasukkan board pada slot yang berbeda maka PC akan memberikan banyak pesan kesalahan atau banyak file yang gagal berjalan pada saat Anda menyalakan PC kembali.
Beberapa board memerlukan peletakan pada slot aslinya karena alasan elektrik. Anda mungkin tidak mendapat rute ke dan dari board kecuali Anda meletakkannya pada slot yang sesuai.

Jumper dan DIP Switch
Catat penempatan jumper atau DIP Switch menjaga apabila Anda secara tidak sengaja merubah jumper atau menggeser DIP Switch sehingga dapat mengembalikan penempatannya.

Kesalahan yang sering timbul dalam perakitan PC
v Beberapa kesalahan yang sering terjadi pada perakitan PC, antara lain :
v Peletakan Motherboard yang buruk.
v Pemasangan kabel data yang salah.
v Penanganan board yang salah.
v Lupa memasang kabel Power.
v Pengaturan kabel yang buruk.
v Lupa memasang kembali kabel Speaker, keylock dan baterai.
v Panik pada saat tidak dapat menyalakan PC kembali.

Tips
Perlu diperhatikan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam membuat diagram pada saat merakit PC dan membandingkannya dengan dokumentasi pada saat melakukan penggambaran :
v Coba untuk melihat dari perspektif yang sama dalam membuat diagram dan melihat motherboard.
v Selalu cari komponen-komponen besar pada motherboard seperti CPU dan PCI slot pada diagram atau dokumentasi. Jika motherboard dan diagram yang Anda buat menunjukkan empat PCI slot akan tetapi pada dokumentasi menunjukkan tiga atau empat, Anda munking tidak melihat pada diagram yang benar.
v Apabila Anda melihat perbedaan pada dokumentasi dan diagram yang Anda buat, tanyakan pada Web site produsen dari motherboard tersebut. Terkadang, Anda akan menemukan materi terbaru atau yang benar dari produsen dokumentasi/manual.
v Jika perbedaan antara diagram dan dokumentasi, beri catatan kecil pada diagram dan dokumentasi Anda.

3.10.Langkah-Langkah Perakitan PC
Step-By-Step Merakit PC
Ø Peralatan utama yang anda butuhkan untuk merakit PC adalah obeng.
Ø Sebaiknya 1 set obeng lengkap. Apabila tidak memungkinkan, sebuah obeng (+) dan (-) berkualitas baik sudah memadai.
Ø Hal lain yang perlu diperhatikan ialah hindari listrik statis dari tubuh anda. Karena komponen PC termasuk sensitive terhadap gangguan yang bersifat elektrik, sehingga bisa menyebabkan kerusakan komponen PC. Meskipun kasus ini jarang terjadi.
Ø Untuk menghindarinya anda bisa menggunakan gelang anti staikt atau dengan menyentuh bagian casing yang logamnya.

B I O S (Basic Input Output System)
Program BIOS adalah program kontroler standard yang terpasang dalam motherboard. Program ini disimpan dalam chip IC yang disebut ROM (Read Only Memory) dan selalu bekerja mengontrol hardware yang terpasang pada motherboard meskipun komputer tidak dipakai (dimatikan). Hal ini dimungkinkan oleh adanya batere kecil yang terpasang pada motherboard.
Orang sering menyebut chip IC ini dengan sebutan IC ROM BIOS. Pada saat selesai merakit komputer, program ini harus diatur sesuai dengan jenis-jenis peralatan elektronik yang akan dihubungkan dengan motherboard. Selanjutnya setiap saat program BIOS akan selalu mengontrol perangkat keras yang terpasang meskipun komputer anda matikan. Kontrol setiap saat ini memungkinkan komputer selalu siap pakai pada saat komputer anda nyalakan. Pada kondisi batere kecil lemah, biasanya peengaturan pada program BIOS ini hilang, sehingga anda sulit mempergunakan komputer. Anda harus kembali mengatur ulang program BIOS seperti yang anda lakukan pada waktu merakit komputer.
ROM BIOS terdiri dari beberapa macam, antara lain :
– ROM AMI BIOS
– ROM ISA BIOS
– ROM MR BIOS
– ROM WIN BIOS
– dll
Biasanya untuk masuk mode setup BIOS seperti CMOS BIOS, AMI BIOS serta beberapa mode BIOS lain, maka pada saat komputer pertama kali diaktifkan kita bisa menekan tombol del.
Untuk setup mode IBM BIOS kita harus menekan tombol F1 atau F10, sedangkan untuk BIOS Setup mainboad dengan Chip Intel ada yang menggunakan tombol F2, sedangkan untuk mode setup mesin Compaq lama, user terlebih dulu harus memasukkan disket setup BIOS-nya, agar bisa melakukan setting yang diinginkan.
4.2.1.Cara aman mengotak-atik Setting BIOS PC
Bila Windows adalah wajah ramah yang ditampilkan proyek-proyek komputer kepada dunia, maka BIOS adalah sisi gelap bawah sadar yang bertugas untuk berpikir. BIOS (Basic Input/Output System) adalah kode untuk fungsi-fungsi fundamental PC, seperti mengumpulkan ketukan tombol dari keyboard atau meletakkan pixel ke layar.
Program kecil ini bekerja di balik layar, menterjemahkan perintah Windows yang people-friendly menjadi angka nol dan satu yang hanya dimengerti oleh hardware Anda. Dan sebagaimana alam bawah sadar manusia, BIOS bisa berpengaruh sangat kuat pada tingkah laku dan kinerja PC Anda.
4.2.1.1.Update BIOS
Ketika teknologi baru muncul dan bug tua ditemukan, para pembuat komputer sering menerbitkan versi BIOS yang telah diupdate yang dapat mengatasi problem dan meningkatkan kinerja. Periksa situs Web pembuat PC Anda mengenai update terbaru. Namun pertama-tama pastikan Anda memiliki nomor versi terbaru BIOS; biasanya muncul sekilas di monitor Anda tepat setelah Anda menyalakan sistem. (Tekan tombol Pause bila kilasannya terlalu cepat.)
Mengupdate BIOS mudah, tetapi Anda harus melakukannya dengan hati-hati. Biasanya Anda perlu menjalankan program kecil dari floppy disk saja. Namun bila terjadi masalah, Anda hanya bisa meratapi motherboard yang tidak bisa lagi Anda gunakan. Jadi pastikan bahwa sebelumnya Anda telah membaca semua instruksi di file readme BIOS update, dan selalu lakukan persis seperti apa yang petunjuk-petunjuk itu katakan.
4.2.1.2.Utility Setup
Jika BIOS adalah bawah sadar PC, maka Utiliti Setup merupakan pondasi untuk membangun karakter PC. Utiliti tersebut memiliki setting user untuk mengontrol harddisk, memori, kartu-kartu grafis, power saving, port USB, dan hardware lain. Program tersebut biasanya disertakan dalam disk, tetapi sekarang sudah tersimpan dalam chip ROM yang sama dengan BIOS PC.
Karena utiliti Setup dibuat oleh pembuat BIOS dan berada dalam chip yang sama dengan BIOS, ini sering disebut utiliti BIOS Setup. Dan karena utiliti ini menyimpan settingnya di chip clock/calendar — chip complementary metal-oxide semiconductor, atau CMOS — maka sering pula disebut sebagai program Setup CMOS. (Chip CMOS memiliki batere sendiri untuk memelihara setting chip sekalipun PC dimatikan.)
Utiliti Setup memiliki setting hardware yang berlimpah, mulai dari yang terlihat nyata, seperti setting waktu di clock PC, sampai yang tidak kelihatan, seperti jumlah “wait states” yang mengkoordinasi aliran data antara RAM dan CPU.
4.2.1.3.Teknis Setup BIOS
Hal Pertama yang perlu anda ingat sebelum lakukan setup BIOS adalah jangan sampai merusak.
Ketika bekerja dengan utiliti Setup PC, gunakan petunjuk praktis yang sama diajarkan pada awal bedah otak: ”Bila anda tidak tahu apa yang sedang anda lakukan, maka lebih baik jangan berurusan dengannya”. Kecerobohan mengubah wait state atau setting lainnya dapat menurunkan kinerja atau bahkan menyebabkan sistem mengalami crash.
Jika Anda mengira Anda telah tanpa sengaja mengubah setting ketika sedang bekerja dengan utility Setup, segera berhenti dan mulailah dari awal lagi. Semua utiliti Setup memiliki pilihan menu yang memungkinkan Anda keluar tanpa menyimpan perubahan. Anda mungkin melihat pula pilihan untuk mengembalikan setting ke nilai defaultnya. Abaikan opsi ini: Bila vendor PC Anda telah melakukan fine-tune terhadap sistem, setting default si pembuat BIOS mungkin membuatnya menjadi tidak optimal.
Backup setting-setting Anda sebelum membuat perubahan. Bila batere yang menghidupi chip clock/calendar mati, setting-setting Anda mati bersamanya. Bila utiliti Setup Anda mempunyai opsi backup, gunakanlah. Jika tidak, catat setting di kertas — atau tekan key Print Screen untuk masing-masing layar di utiliti tersebut (tetapi ini tidak selalu berfungsi).
4.2.2.Apa yang dicari?
Sebelum anda mulai, baca sampai selesai user manual yang menyertai PC atau motherboard. Banyak manual menawarkan penjelasan singkat masing-masing setting. Setting bervariasi menurut manufaktur dan model, namun Anda seharusnya menemukan ini di hampir semua PC:
Optimalisasi dan kompatibilitas setting: Utiliti Setup sering berisi setting-setting untuk kinerja hardware. Kadang-kadang ini tidak diatur secara optimal di pabrik, utamanya pada PC yang dibuat berdasar pesanan atau generik. Scan seluruh program Setup. Setting modus AGP dan setting DMA merupakan kandidat utama untuk dioptimalisasi. Setting-setting ini juga berguna untuk troubleshooting hardware yang baru diinstall: Menonaktifkan atau menurunkan setting yang diberikan bisa memicu ketidak-kompatibelan kartu grafis, CD-ROM drive, atau peranti lain yang terjadi sebelumnya.
Setting harddisk: Anda akan menemukan tabel, biasanya pada halaman ke-2 atau Advanced dan dengan judul “IDE”, yang mendaftar semua parameter konfigurasi untuk EIDE harddisk yang secara langsung terkoneksi ke motherboard. (SCSI harddisk dan EIDE harddisk yang tidak punya kartu ekspansi akan menjalankan program konfigurasinya sendiri.) Sementara kebanyakan PC yang dibuat selama beberapa tahun terakhir dapat dengan mulus mendeteksi dan mengkonfigurasi harddisk baru, sebagian memerlukan instalasi manual. Baca dokumentasi disk baru Anda mengenai prosedur tsb dan gunakan opsi-opsi on-screen untuk membuat perubahan di tabel ini.
Floppy disk: Opsi ini memungkinkan Anda menyetel tipe floppy drive (3,5 inci, 1,44MB, sebagai contoh) yang telah Anda tetapkan sebagai drive A: atau B: Anda. Ini merupakan setting yang perlu diperiksa jika Anda mengalami problem floppy-drive. Sebagian utiliti Setup mempunyai setting sekuriti `Floppy Read only` tersendiri yang mencegah data Anda dituliskan ke floppy disk dan dihapus dari PC.
Urutan booting: Setting ini menentukan mana yang pertama kali dilihat PC ketika instruksi boot-up. Contoh: `A: kemudian C:`, `C: kemudian A:`, atau `C:, Zip drive`. Untuk booting dari CD-ROM drive, Zip, atau LS-120, Anda sepertinya harus mengubah setting ini.
Proteksi password: Bila ini diaktifkan, BIOS akan menanyakan password sebelum booting up. Sangat berhati-hatilah dengan yang satu ini: Bila melupakan password, Anda terpaksa mereset jumper motherboard atau mencopot batere CMOS, yang akan menyebabkan Anda kehilangan semua setting, atau Anda bahkan harus membeli motherboard baru.
Setting IRQ: Bila Anda butuh setting IRQ ekstra untuk hardware baru, Anda perlu membebaskan satu IRQ dengan menonaktifkan feature yang tidak digunakan, seperti port serial, port paralel, atau port USB.
Setting port paralel: Pilih modus yang paling cocok untuk hardware. Modus ECP atau EPP dapat sangat mempercepat printer dan peranti lain.
Kipas RPM dan temperatur CPU: Dua parameter kritis ini sebaiknya dicentang secara periodik untuk memastikan mereka berfungsi dengan benar.
4.2.3.Bantuan Hardware Offline
Internet sangat bagus untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hardware, tetapi menyelidiki situs-situs Web untuk mendapatkan nasihat yang bisa dipercaya cukup menghabiskan waktu. Kadangkala cara tercepat untuk mendapat jawaban adalah cara gaya kuno: dengan buku referensi yang baik. Di bawah ini adalah dua yang terbaik.
Upgrading and Repairing PCs (www.upgradingandrepairingpcs.com) karya Scott Mueller (US$ 60) merupakan buku klasik yang mencakup segala sesuatu yang Anda butuhkan tentang PC dan hal-hal yang mungkin Anda tidak ketahui. Bila Anda mencari referensi menyeluruh, keluasan dan kedalaman judul ini belum terkalahkan ( http://www.quepublishing.com).
PC Hardware in a Nutshell (www.oreilly.com/catalog/pchardnut2) oleh Barbara Fritchman Thompson dan Robert Bruce Thompson (US$ 40) merupakan panduan praktis yang bagus untuk membeli dan menggunakan PC. Dimuati dengan nasehat bergaya ringkas yang secara jelas memberikan informasi yang Anda perlukan, tanpa Anda harus mencari-carinya

 

Cara Kerja Komputer
Setiap kali sebuah komputer diaktifkan, maka sebuah proses yang disebut booting akan terjadi pertama kali. Ada tiga tahap proses dalam proses booting, yaitu CPU reset, Power-On-Self-Test (POST), dan disk boot.
1.CPU reset
CPU reset merupakan proses yang dilakukan PC pertama kali. Hal ini karena CPU merupakan komponen yang paling penting. Maka CPU reset dilakukan pertama untuk memulai semua aktifitas. CPU reset biasanya dipicu oleh tombol power, namun bisa juga dilakukan dari jaringan atau sistem lainnya. Setelah CPU aktif maka Basic Input Output System (BIOS) akan aktif juga.
BIOS bekerja melayani pergerakan data diseputar komputer karena disinilah informasi sistem input dan output ditentukan. BIOS dapat dilindungi dengan menggunakan password untuk dapat mulai bekerja. Jadi tanpa password BIOS yang benar komputer tidak akan bekerja. Pada BIOS terdapat program yang bernama Power-On-Self-Test (POST).
2.POST
Akan melakukan testing terhadap komponen dasar dari komputer. Ketika CPU mengaktifkan BIOS, program POST di jalankan. Yang pertama kali diperiksa oleh POST adalah integritas CPU dan program POST itu sendiri. Selebihnya, program POST akan memeriksa disk drive, monitor, RAM, dan keyboard. Pada saat BIOS sudah aktif dan POST belum selesai dilakukan, Anda dapat menginterupsi proses booting dan melakukan konfigurasi CMOS.
CMOS merupakan memori kecil untuk menyimpan BIOS beserta konfigurasi pentingnya seperti media yang melakukan booting, pengaturan processor, memori, dan banyak lagi. Di sini juga disimpan waktu dan penanggalan yang akurat untuk komputer tersebut. CMOS dilengkapi dengan batere khusus agar data-data di dalamnya tidak hilang.
3.Disk boot
Disk boot dibutuhkan setelah POST selesai karena komputer telah siap untuk menjalankan sistem operasi yang sangat berguna untuk menghubungkan manusia dengan komputer. Menjalankan sistem operasi diperlukan sebuah sistem inisialisasi awal yang akan menggabungkan semua fungsi komputer menjadi satu dan siap digunakan. Sistem awal ini kemudian disimpan dalam media yang dapat dibaca komputer. Media ini disebut dengan istilah disk boot.
Untuk melanjutkan penggunaan komputer, disk boot mutlak harus ada apapun medianya. Pengaturan media mana yang akan menjadi disk boot bisa Anda lakukan di dalam BIOS. Setelah semuanya selesai, Anda sudah siap untuk menggunakan komputer.
4.Loading Sistem Operasi
Setelah tiga proses awal dilalui, maka komputer akan dikendalikan menggunakan sistem operasi. Seperti Anda ketahui, banyak sekali sistem operasi yang beredar saat ini, seperti sistem operasi Windows, Linux, dll.
Tiga hal penting yang harus dimengerti tentang sistem operasi adalah cara kerja sistem operasi itu sendiri (kernel), file system, dan user interface (shell), dan jangan lupakan aplikasi yang berjalan di atasnya.
Cara kerja sistem operasi windows meliputi pengertian tentang sistem account pada Windows NT dan keluarganya, file access control, registry, sistem logging, dan banyak lagi. Semuanya memiliki tingkat kepentingan yang sama, namun umumnya sistem logging dan registry merupakan komponen yang akan sering dilihat.
Sistem logging merupakan komponen dokumentasi penggunaan komputer karena pada log inilah tercatat semua pergerakan data. Di dalam sistem operasi Windows NT/2000/XP, logging disimpan dalam direktori “%systemroot%\system32\config\” (c:\winnt\system32\config\). File-file log yang ada di dalamnya termasuk file Appevent.evt (berisi catatan-catatan penggunaan aplikasi), Secevent.evt (merekam aktifitas yang berhubungan dengan security termasuk login), Sysevent.evt (mencatat semua kejadian-kejadian yang berhubungan dengan sistem seperti misalnya waktu shutdown). Selain file-file ini masih banyak lagi file log yang tersedia untuk bisa diamati/dilihat ulang kembali.
Bagi seorang penyidik (pencari bukti kejahatan) registry ini merupakan salah satu komponen penting dalam penyidikan digital. Sistem Windows menggunakan registry untuk menyimpan konfigurasi sistem dan detail penggunaan sistem operasi. Jadi dari key-key yang ada di dalam registry, banyak informasi yang bisa Anda dapatkan seperti kapan waktu akses sebuah aplikasi, file apa yang diakses menggunakan aplikasi tersebut, di mana letak file yang diakses, dan banyak lagi. Untuk melihat-lihat isi registry biasanya digunakan program sederhana bawaan Windows yaitu Regedt32 (regedit).
Memahami file system berguna untuk mengetahui bagaimana data-data Anda disusun di dalam harddisk, data apa saja yang dimodifikasi, data apa saja yang disembunyikan, data apa saja yang telah di hapus, sistem partisi harddisk, dan banyak lagi. FAT, NTFS dan WinFS merupakan file system yang digunakan oleh Windows. Proses pengumpulan bukti digital dari file system biasanya adalah seputar recovery data yang telah terhapus dan pemeriksaan data-data yang dimodifikasi.
Recovery file yang telah dihapus menjadi sangat penting dalam penyidikan karena dapat mengorek kembali informasi-informasi lama yang sengaja maupun tidak sengaja di hapus. Biasanya proses ini mengandalkan program recovery seperti misalnya Ontrack. Easy-Recovery Pro atau DataLifter. Cukup banyak jenis-jenis data yang dapat dikembalikan dengan menggunakan aplikasi ini.
File dan data yang telah dimodifikasi juga dapat dilihat dengan menyelidiki informasi yang terkandung dalam file system FAT, NTFS atau WinFS. Ketika sebuah file masuk kedalam PC melalui media apapun, sebuah sistem penanda dari file system akan diberikan pada file tersebut. Sistem penanda ini disebut datetime stamp. Penanda ini berisi tanggal dan waktu dimana file tersebut pertama kali masuk ke dalam PC. Ketika file tersebut diakses, dimodifikasi, atau dipindahkan tempatnya, date-time stamp akan berubah untuk menandai aksi-aksi ini.
FAT, NTFS dan WinFS mempunyai karakteristik sendiri dalam melakukan penandaan ini dan mengumpulkannya menjadi sebuah informasi. Dengan memahami karakteristik ini, para penyidik dapat mengetahui aksi-aksi apa yang telah terjadi terhadap file-file bukti dan kapan hal tersebut terjadi. Aplikasi seperti Encase Forensic Edition dapat melayani Anda dalam melakukan penyidikan jenis ini.

PERBAIKAN DAN PERAWATAN

PERAWATAN
DAN PERBAIKAN KOMPUTER

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja PC Anda, antara lain :
v Panas yang tinggi.
v Debu
v Magnetik
v Sengatan Elektromagnetik (petir).
v Salah memilih Voltase dan keluaran dari Power.
v Air dan korosi.

5.1. Persiapan
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai, seperti :
Ø System backup software dan media yang dapat digunakan untuk menyimpan data yang penting dalam PC.
Ø Diagnostic Software seperti SCANDISK atau Norton Utility dan produk tambahan seperti disk tools, virus scanner dan berbagai check utilities lainnya untuk menjaga apabila ada masalah yang mungkin timbul.
Ø Obeng nonmagnetik untuk membuka tutup PC dan membuka expansion board serta peralatan dalam PC seperti drive, harddisk dan lain-lain.
Ø Wadah untuk mur dan perlatan selama melakukan perawatan.
Ø Antistatic untuk menghindari arus static sewaktu bekerja didalam PC.
Ø Conector Cleaner untuk membersihkan (kain/serbet).
Ø Karet atau bahan yang dapat digunakan untuk mengorganisir kabel agar tidak bersliweran tak menentu.
Ø Alat peniup debu atau kuas yang lembut.

5.2. Analisa Masalah & Perawatan
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Apakah instalasi perkabelan eksternal sudah benar.
2. Apakah konektor sudah dibaut dengan benar.
3. Peralatan apa saja yang terhubung dengan PC
4. Apakah PC dekat dengan jendela?
5. Apakah bagian PC terkena sinar matahari secara langsung pada siang hari?
6. Pastikan harddisk mempunyai backup.
7. Jalankan Diagnostic utility. Adalah ide yang baik jika menjalankan SCANDISK untuk melihat persentase cluster yang mungkin hilang.
8. Jika menggunakan komputer DOS, periksa AUTOEXEC.BAT dan CONFIG.SYS untuk menemukan problem seperti kelebihan jumlah BUFFERS misalnya.
Jika menggunakan komputer Windows, lihat pada file INI dan perhatikan juga apabila system menunjukkan banyak pesan kesalahan seperti missing device atau conflic serta crash dalam program dengan catatan spesifik tentang stack atau buffers misalnya.
9. Bongkar PC.
10. Groundkan diri Anda.
11. Bersihkan konektor dengan menggunakan cleaner dan serbet.
12. Tekan chip yang terdapat pada motherboard untuk mengetatkannya.
13. Gunakan alat peniup debu untuk membersihkan sirkuit board pada motherboard dan harddisk.
14. Pasang kembali PC. Pastikan seluruh kabel terpasang dengan benar pada tempatnya.
15. Jalankan kembali program diagnostik.
16. Pastikan semua obeng yang dibutuhkan ada.

5.3. Troubleshooting PC Problems
Setelah selesai dengan persiapan, selanjutnya dapat Anda lakukan pemeriksaan pada software dan hardware, seperti :
1. Periksa kesalahan operator atau kesalahan setup pada hardware atau instruksi yang terbalik pada PC.
2. Pastikan semua kabel yang dibutuhkan terpasang pada tempatnya dengan benar.
3. Periksa software, termasuk program files dan driver.
4. Periksa tanda-tanda eksternal, seperti power LED yang berkedip atau tidak menyala sama sekali, suara-suara ganjil dan gangguan pada monitor.
5. Jalankan program diagnostic.
6. Jika semua perlakuan diatas gagal, bongkar PC. Matikan PC, lepaskan power, buka tutup casing dan lihat tata letak perkabelan dan koneksi power, peletakan board dan memory modul serta hal lain yang dianggap penting.

5.3.1.Aturan Utama Troubleshooting
1. Catat segalanya.
2. Lakukan yang mudah terlebih dahulu.
3. Boot ulang dan coba lagi.
4. Sederhanakan software/hardware.
5. Lakukan penggambaran, pisahkan komponen dan test.
6. Jangan pernah berasumsi
7. Jangan percaya siapapun, Dokumentasi/manual terkadang tidak benar.
8. Lakukan observasi layaknya detektif.
1. Catat segalanya
Anda sudah mengetahui bahayanya tidak membuat dokumentasi PC. Dengan adanya dokumentasi yang baik akan memudahkan dalam mengembalikan penggantian/perubahan komponen yang Anda lakukan. Akan lebih baik apabila Anda membuat catatan kecil masalah yang timbul pada saat Anda melakukan pemeriksaan pada PC.
2. Lakukan yang mudah terlebih dahulu
Troubleshooter yang tidak berpengalaman dan malas mencoba menghemat waktu dengan tidak membuat catatan, berbuat sebelum berpikir dan melalap semua komponen dan informasi konfigurasi sampai berhenti tanpa dapat memikirkan langkah selanjutnya.
Sementara itu troubleshooter yang berpengalaman melihat kedepan dan berpikir bagaimana bila tidak dapat memberbaikinya maka ia tidak ingin membuat lebih banyak masalah baginya jika tidak diperlukan. Dan kemudian membuat catatan dan diagram semua peralatan sehingga tidak perlu membuat rambutnya awut-awutan pada saat berusaha memasang kembali komponen komputer tersebut. Troubleshooter yang baik akan melakukan hal yang mudah terlebih dahulu, misalnya ada masalah pada Video dan bukan pada software maka ada empat hal yang harus diperiksa: motherboard, video board, kabel atau monitor. Yang mana akan diperiksa pertama? Yang mudah, kabelnya.
3. Boot ulang dan coba lagi
Komputer dapat diaktifkan dengan adanya fluktuasi pada power suply berupa tegangan dengan durasi 4 millidetik. Itu artinya jika power hilang untuk 1/200 detik, tidak akan terlihat kedipan pada lampu dan TV. Akan tetapi beberapa bytes memori komputer menjadi teracak. Hasilnya program yang sedang berjalan dengan baik tiba-tiba berhenti.
Hal ini dapat terjadi karena hampir semua orang menggunakan mesin photocopy pada saat yang sama di gedung kantor Anda atau juga karena sengatan matahari yang mengganggu chip memory pada komputer. Itu tidak masalah, jawaban cepat atas semua masalah ini adalah ulangi dari awal dengan reboot komputer Anda.
4. Sederhanakan software/hardware
Rata-rata PC mempunyai beribu screen saver, aplikasi, program yang bekerja pada background dan program driver untuk sound board, network card, video board, mouse dan lain sebagainya. Menentukan sumber masalah akan sangat sulit bila banyak interaksi antara hardware dan software. Artinya adalah ide yang baik untuk mengurangi sebanyak mungkin sebelum memulai diagnosa PC tersebut.
Sebagai contoh, boot tanpa network. Memory resident atau program TSR (Terminate and Stay Resident, menunjukkan fakta bahwa memory resident tersebut tetap dalam memory) dapat mempengaruhi fungsi system. Dapat saja karena hal itu pada drive E: tidak dapat diformat karena terdapat software LAN yang terloading. Cek system operasi untuk pilihan clean boot atau lihat AUTOEXEC.BAT untuk memastikan program apa saja yang dijalankan dan lihat apakah masalah menghilang.
Troubleshooting pada software sama seperti troubleshooting pada hardware: pecahkan dan taklukkan. Setiap bagian software yang berjalan adalah bagian dari system dan Anda ingin memperkecil jumlah bagian yang harus dihadapi, TSR adalah bagian termudah untuk disingkirkan.
5. Lakukan penggambaran, pisahkan komponen dan test
Misalkan salah seorang teman Anda menanyakan, “Mengapa Microsoft Word tidak dapat diprint pada Printer Laser baru Saya?”.
Sederhana saja, katakan saja printer laser terhubung dengan kabel, terhubung dengan paralel port atau USB dan terhubung dengan motherboard yang menjalankan software. Maka jenis masalah dapat dibagi menjadi: printer laser, kabel, parallel port atau USB, motherboard dan software. Tiap bagian tersebut dapat diisolasi dan ditest. Untuk mengetest hardware terkadang membutuhkan peralatan yang mahal. Akan tetapi software dapat digunakan dengan banyak cara, yang paling sering yaitu dengan setup dan configurasi. Dengan menggunakan software akan lebih besar kesempatan menemukan jawaban permasalahan.
6. Jangan pernah berasumsi
Akan sangat mudah untuk menyalahkan sesuatu. Jangan memberikan asumsi sebelum melakukan check dan recheck.
7. Jangan percaya siapapun, dokumentasi/manual terkadang tidak benar.
8. Lakukan observasi layaknya detektif
5.3.2.Masalah dan Penyelesaian
Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang ditimbulkan dari sebuah PC, kemungkinan masalah yang lain (hal-hal baru) dapat saja muncul dan tidak termasuk dalam tabel berikut.
Tabel 5. 1.Masalah PC dan Penyelesaiannya
Masalah Penyelesaian
Disk Drive tidak bisa membaca 1. Bersihkan diskdrive dengan menggunakan diskcleaner
2. Cek kabel interface diskdrive dan power ke connector drive
3. Ganti disket
4. Format disket dengan perintah DOS
5. Cek apakah disket terserang Virus Boot Sector
Harddisk menimbulkan bunyi gemeretak 1. Head Harddisk mulai rusak
2. Backup data dan cari pengganti Harddisk
Monitor tidak ada tampilan 1. Cek VGA card
2. Cek kabel monitor sudah terpasang ke VGA
3. Ganti VGA atau Monitor
4. Cek kabel Pin pada monitor (ada yang bengkok/patah/terlipat)
Gerakan mouse tersendat-sendat 1. Bersihkan Mouse
2. Ganti Kabel Mouse
Komputer Sering Hang 1. Cek FAN pada motherboard (CPU)
2. Ganti Memori
3. Cek setting pada komputer
4. Cek Virus
5. Ganti Processor
CD-ROM Drive tidak bisa membaca 1. Cek Kabel, power
2. Cek setting pada file CONFIG.SYS DEVICE=C:\SBCDIDE.SYS /D:CD007
3. Clean head CDROM dengan CD Cleaner
MPEG Card, jalan sering hang 1. Cek Memori
2. Cek setting pada card MPEG
3. Cek file yang di-install (drive MPEG)
4. Ganti MPEG card
Soundcard tidak ada nada bunyi 1. Cek hubungan kabel antara speaker dengan soundcard atau kabel power speaker (ACTIVE)
2. Cek driver yang dipergunakan
3. Setting IRQ dan ADDRESS
4. Cek Kabel CDROM-Drive interface dihubungkan dengan soundcard
Modem tidak hidup 1. Cek hubungan kabel adaptor ke modem (Eksternal)
2. Cek kabel Modem terhubung ke komputer ( COM1/COM2)
3. Cek kabel telepon (Line in) ada nada bunyi (TONE)
4. Cek Driver yang di-install
Tidak bisa booting dari CD-ROM Drive 1. Cek pada BIOS setup (CMOS SETUP)
2. Cek Kompatibilitas CD_ROM Drive
5.3.2.1.Mengenali kode “BIP” jika terjadi masalah pada saat POST.
Seperti telah dijelaskan, apabila BIOS mendeteksi ada kesalahan pada saat POST (booting awal), maka akan dikirim pesan kesalahan (error message). Jika hal ini terjadi, maka BIOS akan mengeluarkan suara “bip” yang memiliki pola tertentu sesuai dengan kesalahan yang dideteksinya.
Suara ‘bip’ tunggal pada saat booting setelah tampilnya pesan start-up pada monitor adalah normal dan tidak ada kegagalan.Jadi ‘bip’ yang dimaksud disini adalah yang dihasilkan pada saat prosedur POST belum selesai dan belum ada informasi apapun di layar monitor. Kode ‘bip’ BIOS ini tergantung dari tipe dan versi bios yang anda miliki.Yang popular adalah AMI dan AWARD BIOS.
• AMI BIOS
Tabel 5. 2. Deteksi problem AMIBIOS
1X Kegagalan Refresh DRAM. Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk me-refresh-nya.
2X Kegagalan rangkaian parity.Pada data yang ditransmisikan komputer, baisanya ditambahkan parity bit untuk mendeteksi dan mengkoreksi error.Pekerjaan ini dilakukan oleh rangkaian parity yang dilakukan oleh komputer.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh memori atau mainboard.
3X Kegagalan base memori 64 K.Base memori 64 K adalah memori pertama yang ada pada RAM.Kegagalan ini bisa disebakan oleh slot memori yang dikelompokkan dalam modul memiliki chip yang rusak.Hal ini berhubungan dengan kerusakan mobo.
4X Kegagalan system timer.Kemungkinan terjadi kesalahan satu atau lebih pada system timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada mobo.
5X Kegagalan prosesor.Disebakan prosesor terlalu panas atau tidak terpasang ke slot/socket-nya dengan benar.
6X Kegagalan keyboard controller/gate A20, yaitu pada chip pada mobo yang mengatur fungsi keyboard.
7X Kesalahan pada prosesor.
8X Kegagalan baca/tulis memori display.
9X Kerusakan pada BIOS
10X Kesalahan pada CMOS
11X Kerusakan pada cache memori.
Penanganan :
1. untuk kasus 1,2 atau 3 kali bunyi ‘bip’, coba perbaiki posisi memori terlebih dahulu.Jika masih terjadi kemungkinan memorinya rusak. Memori diganti dengan yang baru.
2. untuk 4,5,6,7 atau 10 kali ‘bip’, motherboardnya rusak. Harus direparasi atau diganti dengan yang baru.
3. untuk 8 kali ‘bip’, coba anda ganti VGA card-nya.

• AWARD BIOS
Award lebih menyukai pesan lewat monitor.Tetapi ada saatnya VGA card tidak berfungsi dan pesan disampaikan lewat kode ‘bip’.Oleh karena itu kode ‘bip’ pada tipe BIOS ini lebih sedikit.Kode ‘bip’-nya seperti kode morse, yaitu kombinasi dari bip panjang dan pendek.
Tabel 5. 3. Deteksi problem pada AWARD BIOS
1 bip panjang Masalah pada memori.Kemungkinan adalah memori tidak terpasang dengan benar atau chip memori rusak.Bisa juga mobo mengalami kerusakan.
1 bip panjang, dan 2 bip pendek Kesalahan pada sistem video.BIOS tidak dapat menulis video untuk menampilkan pesan error kelayar.Ada beberapa kemungkinan.Anda memasang VGA Card yang sudah ada VGA onboard.Atau VGA saling berebut IRQ dengan perangkat lainnya.Mungkin juga pemasangan VGA cardnya kurang benar.
1 bip panjang dan 3 bip pendek. Sama dengan yang diatas(no.2).
Suara bip sambung menyambung Disebabkan oleh memori atau VGA card
Untuk penanganan pada BIOS Award hampir sama dengan AMI.Yang paling penting anda harus sabar dan teliti dalam melakukan diagnosa kesalahannya. Selain itu ada beberapa langkah lain untuk menangani masalah BIOS ini, diantaranya ialah:
1. Jika PC tidak mau booting sama sekali, pastikan bahwa komponen minimum telah terpasang, yaitu prosesor, VGA card, memori dan sebuah drive.Serta pastikan bahwa semuanya terpasang dengan benar.
2. Lepaskan komponen yang tidak wajib, seperti kartu ekspansi, periperal eksternal seperti printer, scanner, dll-nya, karena pemasangan yang tidak tepat menyebabkan I/O error. Kemudian hidupkan sistem dan coba pasangkan satu persatu untuk mengujinya.
3. Cek ulang setting jumper pada mainboard. Pastikan tipe prosesor, bus speed, multiplier dan jumper tegangan. Juga pastikan posisi jumper BIOS pada keadaan semestinya (normal).
4. Ubah setting BIOS pada default, untuk memastikan tidak ada kesalahan pada settingannya.
5. Cek semua kabel yang terhubung pada mobo apakah sudah benar, baik kabel data maupun konektor power.
6. Cek apakah ada komponen yang panasnya berlebihan (terutama prosesor).Jika ada ubah setting BIOS atau jumper ke setting yang lebih rendah.

5.3.2.2.PC & Drive Kotor
Benah-benahlah di akhir minggu atau hari libur untuk membersihkan lapisan debu yang menutupi seluruh permukaan komponen komputer. Gunakan kuas pembersih yang halus atau vacum cleaner.
Apakah Anda kuatir CD-RW drive Anda kotor ? Bagaimana sebaiknya membersihkannya ?
Mungkin sebaiknya jangan. Gosokan paling halus sekalipun dapat menghambat laser sensitif pada drive, jadi bila tidak rusak, jangan bersihkan.
Bila kinerja menurun, atau bila drive Anda tidak mampu membaca medianya, coba beberapa semprotan yang diarahkan dengan baik dari kaleng semprotan udara (namanya blower, biasanya tersedia dengan harga kurang dari US$ 10 di toko-toko komputer). Pastikan menggunakan sedotan plastik yang menyertai kaleng. Dan jaga agar menyemprot pelan-pelan; desakan semprotan yang berlebihan dapat menyebabkan kondensasi yang menumpuk uap lembab pada interior drive. Kemudian gunakan kit pembersih CD-RW seperti Drive Guardian buatan Kensington (www.kensington.com/html/1080.html), carilah rekomendasi dari pembuat drive; sebagian merekomendasikannya, tetapi yang lainnya tidak.

5.3.2.3.Menghentikan Program Tua

Beberapa program software yang benar-benar tua hanya tidak sanggup berfungsi pada PC kecepatan tinggi sekarang ini. Jika Anda memiliki program kuno yang mengunci atau memunculkan pesan error setiap kali Anda hendak menjalankannya, cobalah CPUKiller; utiliti gratis dan mudah digunakan, yang memungkinkan Anda memperlambat PC sesedikit atau sebanyak Anda inginkan. Pergilah ke http://www.cpukiller.com untuk mendownloadnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s